Langsung ke konten utama

Memanfaatkan Blog Sebagai Media Pembelajaran

Berbagai upaya dilakukan untuk menjadikan guru menjadi yang lebih profesional dalam penggunaan/penguasaan IT. Pandemi Covid-19 memberikan ruang yang luas bagi para guru untuk mengembangkan kemampuannya dalam bidang IT.  Teknologi IT yang berkembang dengan pesat membuat guru-guru harus dapat menyesuaikan diri khususnya dalam menyampaikan materi pembelajaran.

Salah satu alternatif yang bisa digunakan dalam menyampaikan materi pembelajaran adalah blog yang tersedia secara gratis dan berbasis online.  

Tampilan awal membuat blog

Pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran belum dilakukan guru secara optimal. Hal ini disebabkan karena banyak guru belum memahami bagaimana dan langkah apa yang harus ditempuh dalam memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran. Pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran dapat dilakukan pada semua jenjang baik SD, SMP, SMA maupun SMK karena peserta didik secara umum sudah terbiasa mengakses informasi melalui web. 

Pada kesempatan kali ini, pemanfaatan blog difokuskan untuk guru-guru SMA Kosgoro Bogor.  Dalam tulisan ini, dijabarkan langkah-langkah dalam pemanfaatan blog sebagai media pembelajaran. Kedepan diharapkan guru-guru dapat memanfaatkan blog sebagai media pembelajaran sehingga dapat lebih menarik minat dan perhatian para peserta didik.

Berikut ini adalah langkah-langkah yang dapat diikuti untuk membuat blog :
  1. Pertama : yang harus dipersiapkan adalah email, tapi email dari gmail tidak perlu daftar lagi ke akun google. contoh (hlasrin@gmail.com). 
  2. Kedua : Siapkanlah Judul blog yang sesuai dengan topik yang akan dibuat pada blog Bapak/Ibu (ini sangat penting untuk spesifikasi dalam pebuatan konten blog nanti)
  3. Ketiga : siapkan Alamat blog tentunya alamat yang digunakan juga berhubungan dengan Judul Blog. Tapi kalau mau membuat secara personal bisa digunakan nama Bapak/Ibu dengan menambahkan kata unik di belakang atu di depannya. Contohnya . hlasrin.blogspot.com
  4. Bukalah www.blogger.com bisa saja dari sini. Akan tampil halaman depan dari blogger langsung aja klik create blog, masukkan email yang Bapak/Ibu sudah persiapkan ------> berikutnya, masukkan passwordnya.------> masuk. lihat gambar
    Membuat blog untuk guru sebagai media pembelajaran online
    Membuat judul dan alamat blog

    Setelah terbuka seperti gambar di atas isilah sesuai yang sudah disiapkan sebelumnya. Kolom judul isi sesuai keinginan Bapak/Ibu. Pada kolom alamat juga di isi sesuai yang sudah disiapkan. Untuk kolom alamat begitu Bapak/Ibu mengisinya akan ada pemberitahuan di bawahnya apakah alamat blog Bapak/Ibu bisa diterima apa tidak. Jika tidak maka pilihlah alternatif lain yang masih mirip dengan alamat Bapak/Ibu yang sudah disiapkan. Lanjut pilih template sesuai dengan keperluan dan keinginan pengguna blog. Jika sudah ketemu yang pas pilih terapkan. 
(source : limaklik.com)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

B.E.L.A.J.A.R

A.S.P.I.R.E. Sistem Belajar Ada salah satu tip dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien. Sistem belajar ini dikenal dengan " ASPIRE " (English), yang terdiri dari Suasana Hati: Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu. Pemahaman: Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu. Ulang: Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI. Telaah: Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan ...

Rekrutmen PPPK Guru, Pengamat: Malapetaka Bagi Sekolah Swasta

Bisa lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan sebuah anugerah bagi para guru. Namun sayangnya, hal tersebut justru bisa menjadi malapetaka bagi sekolah swasta. Dikatakan Pengamat dari Komnas Pendidikan Andreas Tambah, sebagian besar kepala sekolah dan yayasan pendidikan swasta mengeluh karena tenaga pendidiknya yang sudah ‘matang’ akan meninggalkan sekolah swasta. Para guru memilih untuk menjadi guru aparatur sipil negara (ASN) skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Peserta tes PPPK Padahal, sekolah swasta dengan segala upaya telah membina juga memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut agar memiliki kompetensi yang layak dan profesional. Bahkan, sebagian besar dari mereka sudah tersertifikasi. “Tapi apa lacur (malang nasib sekolah swasta), pemerintah telah merekrut mereka yang sudah ‘matang’ itu direkrut menjadi ASN,” ungkap dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/10). Ia pun membeberkan kondisi sekolah swasta yang saa...