Langsung ke konten utama

Pelatihan Membuat Aplikasi Android Untuk Pembelajaran dengan Kodular

Seiring dengan Pembelajaran jarak jauh untuk mengantisipasi penyebaran covid 19, maka sangat diperlukan pemberian materi yang menyenangkan yang dapat mengakomodasi kebutuhan belajar siswa. Pembelajaran yang membuat siswa merasa senang tidak tertekan dan dapat belajar sesuai dengan perkembangan daya nalarnya.

Pemberian materi yang menyenangkan salah satunya menggunakan “Buku Digital Berbasis Aplikasi Android” sangat penting peranannya dalam proses penyampaian informasi baik tatap muka maupun daring. Salah satunya adalah cara penyampaian materi lewat pemberian materi yang menyenangkan dan interaktif dimana siswa dapat bebas bereksoresi dan menyelesaikan tugasnya melalui “Buku Digital Berbasis Aplikasi Android”

PELAKSANAAN PENGEMBANGAN DIRI


Kegiatan pengembangan diri Pelatihan Membuat Aplikasi Android Untuk Pembelajaran Dengan Kodular Angkatan 1 adalah sebagai berikut:

1.   Waktu Pelaksanaan

Kegiatan ini dilaksanakan pada tanggal 17 s.d 28 Juli 2021 secara online yang diselenggarakan oleh E-guru

2.   Jenis Kegiatan

Kegiatan pengembangan diri yang dilakukan adalah menjadi peserta pada Pelatihan Membuat Aplikasi Android Untuk Pembelajaran Dengan Kodular Angkatan 1

3.   Tujuan Pengembangan Diri

Tujuan dari pengembangan diri ini adalah:

  1. Meningkatkan  kemampuan dan ketrampilan peserta dalam membuat aplikasi berbasis android

  2. Meningkatkan pemahaman tentang cara membuat aplikasi berbasis kodular 

4.   Uraian Materi.

Materi  utama  yang  diberikan  dalam  pelatihan  ini  adalah:

  1. Membuat Akun Kodular

  2. Pengenalan Menu, Layout, Aset, & Komponen Dasar Yang Sering Digunakan Dalam Pembuatan Aplikasi Pada Kodular

  3. Kodular Companion, Membuat Welcome Screen, & Menyusun Block Program

  4. Button, Notification, & Move Screen

  5. Menyusun User Interface Project Aplikasi Sederhana

  6. Export, Instal, & Menguji Projeck Aplikai di Android.

5.  Strategi Pelaksanaan

Pelaksanaan Pelatihan Membuat Aplikasi Android Untuk Pembelajaran Dengan Kodular Angkatan 1 ini dilakukan dengan metode : Pembimbingan,  diskusi dan penugasan secara daring melalui grup telegram

6.   Tindak Lanjut

Tindak  lanjut  yang  dilakukan  setelah  kegiatan  pengembangan  diri  ini  adalah  peserta mengaplikasikan hasil pelatihan ini kepada siswa untuk pembelajaran dalam rangka meningkatkan mutu pendidikan dan kinerja di Sekolah.

6.   Dampak Pengembangan Diri

Adapun dampak yang penulis rasakan dari pengembangan diri yang dilakukan adalah:

a. Penulis semakin menyadari bahwa untuk menjadi guru yang profesional, harus disertai dengan upaya meningkatkan kompetensi dalam pembuatan beragam strategi pembelajaran, salah satunya mengimplementasikan “Buku Digital Berbasis Aplikasi Android” 

b. Siswa merasa senang belajar dengan pemberian materi yang menyenangkan ini karena belajar sesuai dengan tingkat berpikir siswa .

Video Kodular



Komentar

Postingan populer dari blog ini

B.E.L.A.J.A.R

A.S.P.I.R.E. Sistem Belajar Ada salah satu tip dalam mengembangkan sistem belajar yang efektif dan efisien. Sistem belajar ini dikenal dengan " ASPIRE " (English), yang terdiri dari Suasana Hati: Ciptakan selalu mood yang positif untuk belajar. Ini bisa dilakukan dengan menentukan waktu, lingkungan dan sikap belajar yang sesuai dengan pribadimu. Pemahaman: Tandai informasi bahan pelajaran yang TIDAK kamu mengerti dalam satu unit. Fokuskan pada unit tersebut atau melakukan beberapa kelompok latihan untuk unit itu. Ulang: Setelah belajar satu unit, berhentilah dan ulang bahan dari unit tersebut dengan kata-kata yang kamu buat SENDIRI. Telaah: Kembalilah pada unit yang tidak kamu mengerti dan PELAJARI KEMBALI keterangan yang ada. Lihatlah informasi yang terkait pada artikel, buku teks atau sumber lainnya, atau diskusikan dengan ...

Rekrutmen PPPK Guru, Pengamat: Malapetaka Bagi Sekolah Swasta

Bisa lolos dalam seleksi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) merupakan sebuah anugerah bagi para guru. Namun sayangnya, hal tersebut justru bisa menjadi malapetaka bagi sekolah swasta. Dikatakan Pengamat dari Komnas Pendidikan Andreas Tambah, sebagian besar kepala sekolah dan yayasan pendidikan swasta mengeluh karena tenaga pendidiknya yang sudah ‘matang’ akan meninggalkan sekolah swasta. Para guru memilih untuk menjadi guru aparatur sipil negara (ASN) skema Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Peserta tes PPPK Padahal, sekolah swasta dengan segala upaya telah membina juga memberikan pelatihan kepada guru-guru tersebut agar memiliki kompetensi yang layak dan profesional. Bahkan, sebagian besar dari mereka sudah tersertifikasi. “Tapi apa lacur (malang nasib sekolah swasta), pemerintah telah merekrut mereka yang sudah ‘matang’ itu direkrut menjadi ASN,” ungkap dia dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (15/10). Ia pun membeberkan kondisi sekolah swasta yang saa...